Jakarta (KABARIN) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengajak para siswa yang rumahnya dekat sekolah untuk mulai kembali membiasakan diri berjalan kaki atau bersepeda.
Langkah ini dinilai bisa membantu mendukung program efisiensi energi yang sedang didorong pemerintah.
Ia menyebut kebiasaan bersepeda yang sempat populer saat pandemi Covid-19 sebenarnya bisa menjadi gaya hidup sehat yang layak diteruskan.
Selain baik untuk tubuh, cara ini juga dianggap lebih ramah lingkungan dan membantu mengurangi penggunaan energi di tengah isu krisis minyak global.
“Jadi misalnya kami himbau kalau yang rumahnya dekat dari sekolah dan kalau memang kira-kira aman dan nyaman, saya kira tidak ada salahnya jalan kaki atau kembali kepada kebiasaan bersepeda selama masa Covid. Kenapa kebiasaan itu tidak kita juga lanjutkan lagi? Itu kan sehat dan juga bisa hemat energi dan bersih lingkungan,” kata Mendikdasmen Mu'ti usai kegiatan Halabihalal Kemendikdasmen di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta Pusat pada Senin.
Selain itu, ia juga mendorong pihak sekolah untuk lebih aktif mengedukasi siswa soal pengelolaan sampah. Salah satu ide yang disampaikan adalah mengembangkan kegiatan daur ulang agar sampah di lingkungan sekolah bisa dimanfaatkan kembali, bahkan berpotensi menjadi sumber energi yang lebih ramah lingkungan.
Mu’ti juga menyoroti pentingnya peran pemerintah daerah dalam menyediakan transportasi umum yang layak. Menurutnya, jika akses transportasi publik semakin baik, siswa tidak perlu bergantung pada kendaraan pribadi untuk berangkat ke sekolah.
Ia melihat saat ini masih banyak pelajar yang memilih menggunakan sepeda motor karena keterbatasan transportasi umum yang nyaman dan mudah dijangkau di sekitar tempat tinggal mereka.
“Dan sekarang ini kan ada kecenderungan untuk sebagian anak-anak ini lebih nyaman pakai sepeda motor daripada angkutan umum. Menurut saya, kalau ada angkutan umum yang aman, nyaman, anak-anak ini bisa berangkat ke sekolah dengan menggunakan transportasi umum. Itu kan lebih hemat energi, mengurangi polusi. Ini menjadi tantangan bagi Pemerintah Daerah,” katanya.
Sebelumnya, pemerintah juga tengah menyiapkan langkah efisiensi energi di berbagai sektor sebagai respons terhadap potensi gangguan pasokan energi global.
Kebijakan ini diarahkan agar penggunaan energi lebih tepat sasaran di tengah kondisi geopolitik yang tidak stabil di sejumlah kawasan dunia.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026